Pengertian Kata kerja Transitif dan Intransitif dalam Bahasa Inggris

Pengertian Kata Kerja Transitif dan Intransitif Verb – Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah transitif dan intrinsitif. Jika kalian mencari sebuah kata kerja dalam kamus, maka kata yang kamu temukan biasanya termasuk dalam kata kerja transitif atau intransitif. Transitif verb adalah kata kerja yang membutuhkan objek sedangkan Intransitif verb tidak. Tanpa objek, kalimat tansitif tidak memiliki arti yang jelas. Sedangkan intransitif, meskipun tidak memiliki objek, kalimat tetap jelas. Berikut ini masing-masing contoh kalimat Transitif dan Intransitif:

Pengertian Kata kerja Transitif dan Intransitif dalam Bahasa Inggris

Contoh Kalimat Transitif:
lend some money
buy a house
eat pizza

Pada contoh kalimat diatas, kata lend, buy, dan eat adalah contoh kata kerja transitif sebab tidak dapat diterapkan tanpa diikuti objek.  Jika kamu mengatakan hanya: I lend, I buy, atau I eat, maka kalimat akan terlihat tidak lengkap atau rancu karena akan menimbulkan pertanyaan seperti, apa yang dipinjam?, apa yang di beli?, dan apa yang dimakan?.

Contoh Kalimat Intransitif:
smile (Saya tersenyum)
cry (Saya menangis)
run (Saya berlari)

Pada contoh kalimat diatas, kata smile, cry, run, berarti termasuk dalam kata intransitif karena dapat diterapkan tanpa harus diikuti objek. Meskipun tak memiliki objek, kalimat akan tetap dapat dimengerti. Ok, itu saja sedikit penjelasan tentang Kata kerja Transitif dan Intransitif dalam Bahasa Inggris, mudah-mudahan bermanfaa!

Kapan kita menggunakan “Some” dan “Any” ??

Kapan kita menggunakan “Some” dan “Any” ?? – Penggunaan “some” dan “any” dalam bahasa Inggris memang sedikit membingungkan. Pasalnya, kedua kata ini memiliki makna yang sama sehingga kadang kala kita sering keliru dalam menerapkannya. Kata “some” dan “any” memiliki makna “beberapa” namun penerapannya pada konteks pembicaraan berbeda. Untuk itu, mari kita mari kita simak penjelasan berikut.

"Some" dan "Any"

“Some” vs “Any”

Pertama, kita menggunakan “Some”pada kalimat positif sedangkan “any” digunakan pada kalimat negativ. Contoh:

I have some eggs. (+)
I don’t have any eggs. (-)

Maka, kamu tidak boleh mengatakan:

I have any eggs. (+) salah!
I don’t have some eggs. (-) salah!

Kedua, umumnya kata “any” lebih sering digunakan untuk pertanyaan pada kalimat positif/negatif sedangkan “some” jarang. So, jika kamu ingin membuat pertanyaan dalam bahasa inggris yang menggunakan kata “beberapa” sebaiknya menggunkan “any”. Contoh:

Do you have some eggs? (Tidak salah)
Do you have any eggs? (Lebih baik seperti ini)

Ketiga, “some” digunakan untuk menawarkan sesuatu sedangkan”any” tidak. Contoh: Misalkan kamu menawarkan pisang pada teman mu, maka kamu bilang:

“Would you like to eat some bananas?” (benar)
“Would you like to eat any bananas?” (salah, karena redaksinya akan menjadi “mau kah kamu memakan jenis pisang apa saja?”)

Keempat, “any” digunakan untuk mengutarakan sebuah statement “apapun” atau “apa saja” sedangkan “some” tidak. Misalnya kamu sebentar malam kamu akan menonton film apa saja dibioskop entah film apapun itu. Maka kamu bilang:

“I will watch any movie tonight.” (benar)
“I will watch some movie tonight.”(salah, karena redaksinya akan berubah menjadi: “saya akan menonton beberapa film malam ini”).

Nah, setelah melihat beberapa perbedaan penggunaan “Some” dan “Any” diatas, diharapkan dapat membantu teman-teman sehingga mulai sekarang teman-teman tidak akan kebingungan lagi dalam membedakan “Some” dan “Any”.  Kalau begitu, ditunggu yah di postingan selanjutnya..

Memahami Kalimat Third Conditional dalam Bahasa Inggris

Memahami  Kalimat Third Conditional dalam Bahasa Inggris -Setelah kemarin sempat memposting tentang Memahami  Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris maka hari ini kita akan membahas lagi tentang Third Conditional. So, bagi teman-teman yang belum melihat postingan sebelumnya, maka silahkan dilihat terlebih dulu baru membaca postingan berikut.

Memahami  Kalimat Third Conditional dalam Bahasa Inggris

Pengertian

Third Conditional adalah kalimat yang menjelaskan tentang angan-angan di masa lampau. Jadi kita berangan-angan tentang sesuatu yang telah lampau namun tidak terjadi pada kita.

Contoh:
Kemarin kamu mengikuti sebuah undian tetapi kamu tidak menang. Dan kamu hari ini berfikir:

If I had won the lottery, I would have bought a house.
(Jika saya memenangkan undian, saya akan membeli sebuah rumah)

Namun pada kenyataannya, kamu tidak membeli rumah karena kamu tidak memenangkan undian. Kondisi ini adalah mustahil karena kejadiannya sudah berlalu dan kamu tidak dapat mengubah masa lalu. Jadi kita menggunakan Third Conditional untuk membayangkan masa lampau yang berbeda.

Bentuk / Rumus

Sama seperti kalimat conditional yang telah kita pelajari sebelumnya, Third Conditional juga masih menggunakan rumus yang sama, yaitu:

If + Condition + Result

“If I had seen Jane, I would have invited her to the concert.”
“If I had seen Jane” dinamakan Condition sedangkan “I would have invited her to the concert” dinamakan Result. Seperti biasa, keduanya dipisahkan oleh tanda koma (,).
Nah, perubahan bentuknya pun juga sama:

Result + If + Condition

“I would have invited Jane to the concert if I had seen Jane.”

Pada kenyataanya, Saya tidak melihat Jane jadi saya tidak mengundangnya. Jadi saya hanya berandai-andai apa yang akan saya lakukan ketka melihat Jane. Dan, kita juga tidak menggunakan tanda koma lagi pada bentuk kedua ini diantara Result dan Condition.

Jenis Tenses

Untuk mengidentifikasi jenis tenses yang digunakan, maka kita perlu melihat contoh-contoh yang telah kita bahas tadi :

“If I had won the lottery, I would have bought a house. “
“If I had seen Jane, I would have invited her to the concert.”

Adapun jenis tenses yang digunakan pada bentuk Third Conditional ini adalah Past Perfect. Perlu diingat bahwa rumus dari Conditionnya adalah: if + subject + past perfect. Adapun rumus dari Resultnya adalah: Subject + “would have” + past participle.

Contoh: “If he had studied for the exam , he would have passed.”

Semua jenis subject memiliki past participle yang sama:

I would have passed / I’d have passed
You would have passed / You’d have passed
They would have passed / They’d have passed
We would have passed / We’d have passed
She would have passed / She’d have passed
He would have passed / He’d have passed
It would have passed / It’d have passed

Third Conditional vs Second Conditional

Untuk mempermantap pemahaman kalian tentang Third Conditional ini, maka mari sama-sama kita  membandingkannya dengan Second Conditional. 
“If I had won the lottery, I would buy a boat.” (Third Conditional)
Penjelasan dari Third Conditional, sekali lagi menjelaskan tentang angan-angan/pengandaian yang ingin mengubah sesuatu yang telah (terjadi) lampau namun itu adalah mustahil karena mengharapkan kenyataan yang berbeda. 
“If I won the lottery, I would buy a boat.” (Second Conditional)
Nah, adapun pada Second conditional, adalah menjelaskan tentang pengandai-andaian atau berimajinasi yang belum terjadi dimasa depan atau masa sekarang yang memang tidak mungkin terjadi. 

Modals pada Third Conditional

Dibagian result, kita juga dapat menambahkan modal tertentu:
If she had gone to university, she would have become a doctor. (pasti jadi dokter)
If she had gone to university, she might have become a doctor. (mungkin/belum pasti jadi dokter)
If she had gone to university, she could have become a doctor. (bisa jadi dokter (kemampuan))
Nah bagaimana, bisa dipahami? mudah-mudahan dengan penjelasan diatas dapat menambah pengetahuan teman-teman dalam mempelajari tentang jenis-jenis conditional dalam Bahasa Inggris. Sekian, semoga bermanfaat!

Memahami Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris

Memahami Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris – Setelah kemarin telah memposting tentang Memahami Kalimat First Conditional dalam Bahasa Inggris, maka kali ini kita akan sama-sama mempelajari pembahasan yang sama yakni tentang conditional pada bentuk yang kedua yaitu Kalimat Second Conditional. Jadi saya sangat menyarankan teman-teman untuk membaca postingan sebelumnya lalu membaca postingan ini. Baik kalau begitu mari kita masuk pada inti pembahasan.

Second Conditional

Pengertian

Jadi kaliamat second conditional ini menjelaskan suatu khayalan, hal yang tidak mungkin, atau sesuatu yang tidak sama seperti masa sekarang atau masa mendatang
Contoh:

If I had a lot of money, I would buy an expensive car.

Pada kenyataannya Saya tidak memiliki banyak uang. Jadi, fungsi dari kalimat second conditional digunakan untuk berandai-andai/berkhayal yang situasinya tidak nyata, dalam artian hanya sekedar pengandaian.
Nah, sama seperti pada first conditional yang telah kita bahas, pada kalimat second conditional juga dibagi dalan dua bagian, yaitu bagian Condtion (I had a lot of money) dan Result (I would buy an expensive car.) 
 
Kita juga dapat mengubah susunannya yakni:

If + Condition + Result menjadi Result + If + Condition

Contoh:

He would call her if he knew her telephone number 

Pada saat diubah, kita tidak menambahkan tanda koma (,) diantaranya. Nah, jadi untuk penjelasan contoh diatas, pada kenyataanya, Dia tidak memiliki nomor telephonenya, makanya mustahil baginya untuk menelepon

Jenis Tenses

Nah ini yang paling penting, tentunya kita harus mengetahui jenis tenses apa yang digunakan dalam kalimat second conditional. Coba kalian perhatikan semua contoh-contoh yang telah kita bahas:

If I had a lot of money, I would buy an expensive car.
If he knew her telephone number, He would call her 
Jadi seperti yang telah kita tandai dengan huruf tebal, maka second conditional menggunakan simple past tense (Baca juga: Perbedaan Simple Present Tense, Simple Past Tense, Simple Continuous Tense, dan Simple Future Tense ). Ingat, adapun past tense pada second conditional mengacu pada jarak antara kenyataan dan angan-angan bukan pada bentuk lampau.

“To be” Pada Second Conditional

Ok, jadi kalian perlu tahu bahwa penggunaan verb “to be” pada second conditional agak sedikit berbeda atau terdapat pengecualian bentuk to be, maknya dibuatkan pembahasan spesial karena menggunakan simple past, subjunctive mood. Di subjunctive mood, pada subject I, You, They, We, She, He, semua menggunakan to be “Were” yang mana yang kita tahu bahwa I, He, She, It pasangannya adalah “Was” sedangkan You, They, dan We adalah “Were”. Biar lebih paham, berikut contoh kalimatnya.

If I was you, I would go to London. (Salah!)
If I were you, I would go to London. (Benar!)

If he was rich, he would buy an expensive car. (Salah!)
If he were rich, he would buy an expensive car. (Benar!)

Pada conditional sentense, di semua subject harus diikuti dengan “were” meskipun yang kita tahu bahwa subject I, He, She, dan It subject nya adalah “Was” (Indicative mood) karena second conditional sentence sekali lagi menggunakan subjunctive mood.

Bentuk Result

Would adalah kata yang tidak lepas dari result. Jadi berikut ini adalah informasi tentang “would” yang terdapat pada Result. Struktur result adalah : 

subject + would + verb

 I would go / I’d go
You would go / You’d go
She would go / She’d go
He would go / He’d go
It would go / It’d go
They would go / They’d go
We would go / We’d go

Kalimat First Conditional vs Second Conditional

Agar kalian dapat membandingan dan membedakan antara First Conditional vs Second Conditional, sebaiknya kalian melihat contoh berikut ini:

If I became a president, I would reduce the taxes. (Second Conditional).

Penjelasan:
Situasi ini hanyalah sebuah khayalan/angan-angan, dan bisa jadi yang berkata adalah seorang siswa TK, SD dll.

If I become a president, I will reduce the taxes. (First Conditional)

Penjelasan:
Situasi ini terlihat lebih realistik / nyata dibandingkan dengan Second Conditional, atau sebuah janji nyata. Kemungkinan yang berkata seperti itu adalah seorang calon presiden yang sedang melakukan pemilihan.

Modal Pada Second Conditional

Kita juga dapat menambahkan modal tertentu seprti: “might” dan “could” tak hanya “would”. Contoh:
If you played tennis together, you would win.
If you played tennis together, you might win.
If you played tennis together, you could win.

Nah, itulah tadi pembahasan tentang bagaimana Memahami Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris, mudah-mudahan dapat membantu meningkatkan pengetahuan teman-teman semua khususnya dalam penguasaan grammar. Pada pembahasan selanjutnya, kita akan membahas Kalimat Third Conditional, ditunggu yaa..

Memahami Kalimat First Conditional dalam Bahasa Inggris

First conditional adalah kaliamat yang menjelaskan tentang sesuatu yang benar-benar akan terjadi kedepannya. Bahasa sederhanya adalah kondisi “Jika-Maka/Akan” bagian pertama. First conditional juga menjelaskan suatu kejadian mendatang yang spesifik serta tidak menjelaskan fakta atau kejadian umum. Untuk lebih memahami penggunaanya, kalian bisa melihat contoh percakapan berikut:

first conditional in english

Budi: “I am going to a party in London tonight.”
Mark: “Hurry up, the bus leaves soon.”
Budi: “If I miss the bus, I will take the train.”

Bagian yang di beri huruf tebal adalah ungkapan Kalimat First Conditional yang mana pada bagian “If I miss the bus” dinamakan bagian Condition, dan “I will take the train” dinamakan Result (hasil).

Rumus.

If + Condition + Result

Contoh: ” If I am late I will call you. “

Ingat, ketika kita menuliskan kalimat First Conditional, antara kalimat Condition dan Result dipisahkan dengan tanda koda (,) seperti yang sudah kita lihat pada contoh kalimat diatas.

Nah, ternyata ktia juga bisa mengubah bentuk dari kalimat First Condition menjadi:

Result + If + Condition

Contoh: “I will call you if I am late.
Nah pada bentuk seperti ini, kita tidak menggunakan tanda koma (,) lagi.

Jenis Tenses

Seperti yang telah kita lihat pada contoh tadi seperti:

If I miss the bus, I will take the train.”
” 
If I am late,  I will call you. “

Maka pertanyaan yang muncul, jenis tenses seprti apakah itu? Nah untuk bagian Condition, itu menggunakan kalimat jenis simple present, sedangkan untuk bagian Result, menggunakan jenis kalimat future tense
Nah maka perlu di ingat bahwa untuk membuat kaliamat First Conditional ciri-cirinya harus terdiri dari simple present (pada Condition) dan future tense (pada Result) dan itu sudah menjadi aturan penulisannya. 

Kesalahan-Kesalahan

Berikut ini merupakan contoh kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan kalimat First Condtional:

If I will miss the bus, I will take the train

Pada bagian Condition, kita tidak dibenarkan menggunakan “will”, karena itu adalah simple future. Maka meskipun pada conditional itu menggunakan simple present, itu tetap mengandung arti “future” atau kejadian mendatang. 

Present Simple + Going to

Nah, ternyata kita juga dapat menggunakan “Going to” di bagian Result. Masih ingat kan apa itu bagian Result? Biar lebih clear, lihat contoh berikut:

If I see her, I am going to invite her to the party. 

If you don’t study, you are going to fail the exam.  

“Going to” dan Will sebenarnya memiliki makna yang sama, akan tetapi Going to memiliki penekanan/perhatian yang lebih daripada Will.  Ketika menggunakan “going to” itu berarti kita memberi penekanan pada bagian Result.

Present Simple + Modal (May, Can, Might, etc)

Ada lagi nih ternyata penerapan First Conditional, yaitu Present Simple + Modal (tertentu) yang berlaku pada bagian Result lagi. Contoh:

If you do your homework, you may watch television. 

Hati-hati, arti dari may disini bukan mengacu pada kata “mungkin” akan tetapi sebuah izin (pembolehan) di masa mendatang.  Dan ini agak formal ketika kita menggunakan kata “may” pada kalimat seperti contoh diatas.

Contoh lain:
If you eat your vegetables, you can play in the garden.
If you feel ill, you should rest.