Memahami Kalimat Third Conditional dalam Bahasa Inggris

Memahami  Kalimat Third Conditional dalam Bahasa Inggris -Setelah kemarin sempat memposting tentang Memahami  Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris maka hari ini kita akan membahas lagi tentang Third Conditional. So, bagi teman-teman yang belum melihat postingan sebelumnya, maka silahkan dilihat terlebih dulu baru membaca postingan berikut.

Memahami  Kalimat Third Conditional dalam Bahasa Inggris

Pengertian

Third Conditional adalah kalimat yang menjelaskan tentang angan-angan di masa lampau. Jadi kita berangan-angan tentang sesuatu yang telah lampau namun tidak terjadi pada kita.

Contoh:
Kemarin kamu mengikuti sebuah undian tetapi kamu tidak menang. Dan kamu hari ini berfikir:

If I had won the lottery, I would have bought a house.
(Jika saya memenangkan undian, saya akan membeli sebuah rumah)

Namun pada kenyataannya, kamu tidak membeli rumah karena kamu tidak memenangkan undian. Kondisi ini adalah mustahil karena kejadiannya sudah berlalu dan kamu tidak dapat mengubah masa lalu. Jadi kita menggunakan Third Conditional untuk membayangkan masa lampau yang berbeda.

Bentuk / Rumus

Sama seperti kalimat conditional yang telah kita pelajari sebelumnya, Third Conditional juga masih menggunakan rumus yang sama, yaitu:

If + Condition + Result

“If I had seen Jane, I would have invited her to the concert.”
“If I had seen Jane” dinamakan Condition sedangkan “I would have invited her to the concert” dinamakan Result. Seperti biasa, keduanya dipisahkan oleh tanda koma (,).
Nah, perubahan bentuknya pun juga sama:

Result + If + Condition

“I would have invited Jane to the concert if I had seen Jane.”

Pada kenyataanya, Saya tidak melihat Jane jadi saya tidak mengundangnya. Jadi saya hanya berandai-andai apa yang akan saya lakukan ketka melihat Jane. Dan, kita juga tidak menggunakan tanda koma lagi pada bentuk kedua ini diantara Result dan Condition.

Jenis Tenses

Untuk mengidentifikasi jenis tenses yang digunakan, maka kita perlu melihat contoh-contoh yang telah kita bahas tadi :

“If I had won the lottery, I would have bought a house. “
“If I had seen Jane, I would have invited her to the concert.”

Adapun jenis tenses yang digunakan pada bentuk Third Conditional ini adalah Past Perfect. Perlu diingat bahwa rumus dari Conditionnya adalah: if + subject + past perfect. Adapun rumus dari Resultnya adalah: Subject + “would have” + past participle.

Contoh: “If he had studied for the exam , he would have passed.”

Semua jenis subject memiliki past participle yang sama:

I would have passed / I’d have passed
You would have passed / You’d have passed
They would have passed / They’d have passed
We would have passed / We’d have passed
She would have passed / She’d have passed
He would have passed / He’d have passed
It would have passed / It’d have passed

Third Conditional vs Second Conditional

Untuk mempermantap pemahaman kalian tentang Third Conditional ini, maka mari sama-sama kita  membandingkannya dengan Second Conditional. 
“If I had won the lottery, I would buy a boat.” (Third Conditional)
Penjelasan dari Third Conditional, sekali lagi menjelaskan tentang angan-angan/pengandaian yang ingin mengubah sesuatu yang telah (terjadi) lampau namun itu adalah mustahil karena mengharapkan kenyataan yang berbeda. 
“If I won the lottery, I would buy a boat.” (Second Conditional)
Nah, adapun pada Second conditional, adalah menjelaskan tentang pengandai-andaian atau berimajinasi yang belum terjadi dimasa depan atau masa sekarang yang memang tidak mungkin terjadi. 

Modals pada Third Conditional

Dibagian result, kita juga dapat menambahkan modal tertentu:
If she had gone to university, she would have become a doctor. (pasti jadi dokter)
If she had gone to university, she might have become a doctor. (mungkin/belum pasti jadi dokter)
If she had gone to university, she could have become a doctor. (bisa jadi dokter (kemampuan))
Nah bagaimana, bisa dipahami? mudah-mudahan dengan penjelasan diatas dapat menambah pengetahuan teman-teman dalam mempelajari tentang jenis-jenis conditional dalam Bahasa Inggris. Sekian, semoga bermanfaat!

Memahami Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris

Memahami Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris – Setelah kemarin telah memposting tentang Memahami Kalimat First Conditional dalam Bahasa Inggris, maka kali ini kita akan sama-sama mempelajari pembahasan yang sama yakni tentang conditional pada bentuk yang kedua yaitu Kalimat Second Conditional. Jadi saya sangat menyarankan teman-teman untuk membaca postingan sebelumnya lalu membaca postingan ini. Baik kalau begitu mari kita masuk pada inti pembahasan.

Second Conditional

Pengertian

Jadi kaliamat second conditional ini menjelaskan suatu khayalan, hal yang tidak mungkin, atau sesuatu yang tidak sama seperti masa sekarang atau masa mendatang
Contoh:

If I had a lot of money, I would buy an expensive car.

Pada kenyataannya Saya tidak memiliki banyak uang. Jadi, fungsi dari kalimat second conditional digunakan untuk berandai-andai/berkhayal yang situasinya tidak nyata, dalam artian hanya sekedar pengandaian.
Nah, sama seperti pada first conditional yang telah kita bahas, pada kalimat second conditional juga dibagi dalan dua bagian, yaitu bagian Condtion (I had a lot of money) dan Result (I would buy an expensive car.) 
 
Kita juga dapat mengubah susunannya yakni:

If + Condition + Result menjadi Result + If + Condition

Contoh:

He would call her if he knew her telephone number 

Pada saat diubah, kita tidak menambahkan tanda koma (,) diantaranya. Nah, jadi untuk penjelasan contoh diatas, pada kenyataanya, Dia tidak memiliki nomor telephonenya, makanya mustahil baginya untuk menelepon

Jenis Tenses

Nah ini yang paling penting, tentunya kita harus mengetahui jenis tenses apa yang digunakan dalam kalimat second conditional. Coba kalian perhatikan semua contoh-contoh yang telah kita bahas:

If I had a lot of money, I would buy an expensive car.
If he knew her telephone number, He would call her 
Jadi seperti yang telah kita tandai dengan huruf tebal, maka second conditional menggunakan simple past tense (Baca juga: Perbedaan Simple Present Tense, Simple Past Tense, Simple Continuous Tense, dan Simple Future Tense ). Ingat, adapun past tense pada second conditional mengacu pada jarak antara kenyataan dan angan-angan bukan pada bentuk lampau.

“To be” Pada Second Conditional

Ok, jadi kalian perlu tahu bahwa penggunaan verb “to be” pada second conditional agak sedikit berbeda atau terdapat pengecualian bentuk to be, maknya dibuatkan pembahasan spesial karena menggunakan simple past, subjunctive mood. Di subjunctive mood, pada subject I, You, They, We, She, He, semua menggunakan to be “Were” yang mana yang kita tahu bahwa I, He, She, It pasangannya adalah “Was” sedangkan You, They, dan We adalah “Were”. Biar lebih paham, berikut contoh kalimatnya.

If I was you, I would go to London. (Salah!)
If I were you, I would go to London. (Benar!)

If he was rich, he would buy an expensive car. (Salah!)
If he were rich, he would buy an expensive car. (Benar!)

Pada conditional sentense, di semua subject harus diikuti dengan “were” meskipun yang kita tahu bahwa subject I, He, She, dan It subject nya adalah “Was” (Indicative mood) karena second conditional sentence sekali lagi menggunakan subjunctive mood.

Bentuk Result

Would adalah kata yang tidak lepas dari result. Jadi berikut ini adalah informasi tentang “would” yang terdapat pada Result. Struktur result adalah : 

subject + would + verb

 I would go / I’d go
You would go / You’d go
She would go / She’d go
He would go / He’d go
It would go / It’d go
They would go / They’d go
We would go / We’d go

Kalimat First Conditional vs Second Conditional

Agar kalian dapat membandingan dan membedakan antara First Conditional vs Second Conditional, sebaiknya kalian melihat contoh berikut ini:

If I became a president, I would reduce the taxes. (Second Conditional).

Penjelasan:
Situasi ini hanyalah sebuah khayalan/angan-angan, dan bisa jadi yang berkata adalah seorang siswa TK, SD dll.

If I become a president, I will reduce the taxes. (First Conditional)

Penjelasan:
Situasi ini terlihat lebih realistik / nyata dibandingkan dengan Second Conditional, atau sebuah janji nyata. Kemungkinan yang berkata seperti itu adalah seorang calon presiden yang sedang melakukan pemilihan.

Modal Pada Second Conditional

Kita juga dapat menambahkan modal tertentu seprti: “might” dan “could” tak hanya “would”. Contoh:
If you played tennis together, you would win.
If you played tennis together, you might win.
If you played tennis together, you could win.

Nah, itulah tadi pembahasan tentang bagaimana Memahami Kalimat Second Conditional dalam Bahasa Inggris, mudah-mudahan dapat membantu meningkatkan pengetahuan teman-teman semua khususnya dalam penguasaan grammar. Pada pembahasan selanjutnya, kita akan membahas Kalimat Third Conditional, ditunggu yaa..

Memahami Kalimat First Conditional dalam Bahasa Inggris

First conditional adalah kaliamat yang menjelaskan tentang sesuatu yang benar-benar akan terjadi kedepannya. Bahasa sederhanya adalah kondisi “Jika-Maka/Akan” bagian pertama. First conditional juga menjelaskan suatu kejadian mendatang yang spesifik serta tidak menjelaskan fakta atau kejadian umum. Untuk lebih memahami penggunaanya, kalian bisa melihat contoh percakapan berikut:

first conditional in english

Budi: “I am going to a party in London tonight.”
Mark: “Hurry up, the bus leaves soon.”
Budi: “If I miss the bus, I will take the train.”

Bagian yang di beri huruf tebal adalah ungkapan Kalimat First Conditional yang mana pada bagian “If I miss the bus” dinamakan bagian Condition, dan “I will take the train” dinamakan Result (hasil).

Rumus.

If + Condition + Result

Contoh: ” If I am late I will call you. “

Ingat, ketika kita menuliskan kalimat First Conditional, antara kalimat Condition dan Result dipisahkan dengan tanda koda (,) seperti yang sudah kita lihat pada contoh kalimat diatas.

Nah, ternyata ktia juga bisa mengubah bentuk dari kalimat First Condition menjadi:

Result + If + Condition

Contoh: “I will call you if I am late.
Nah pada bentuk seperti ini, kita tidak menggunakan tanda koma (,) lagi.

Jenis Tenses

Seperti yang telah kita lihat pada contoh tadi seperti:

If I miss the bus, I will take the train.”
” 
If I am late,  I will call you. “

Maka pertanyaan yang muncul, jenis tenses seprti apakah itu? Nah untuk bagian Condition, itu menggunakan kalimat jenis simple present, sedangkan untuk bagian Result, menggunakan jenis kalimat future tense
Nah maka perlu di ingat bahwa untuk membuat kaliamat First Conditional ciri-cirinya harus terdiri dari simple present (pada Condition) dan future tense (pada Result) dan itu sudah menjadi aturan penulisannya. 

Kesalahan-Kesalahan

Berikut ini merupakan contoh kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan kalimat First Condtional:

If I will miss the bus, I will take the train

Pada bagian Condition, kita tidak dibenarkan menggunakan “will”, karena itu adalah simple future. Maka meskipun pada conditional itu menggunakan simple present, itu tetap mengandung arti “future” atau kejadian mendatang. 

Present Simple + Going to

Nah, ternyata kita juga dapat menggunakan “Going to” di bagian Result. Masih ingat kan apa itu bagian Result? Biar lebih clear, lihat contoh berikut:

If I see her, I am going to invite her to the party. 

If you don’t study, you are going to fail the exam.  

“Going to” dan Will sebenarnya memiliki makna yang sama, akan tetapi Going to memiliki penekanan/perhatian yang lebih daripada Will.  Ketika menggunakan “going to” itu berarti kita memberi penekanan pada bagian Result.

Present Simple + Modal (May, Can, Might, etc)

Ada lagi nih ternyata penerapan First Conditional, yaitu Present Simple + Modal (tertentu) yang berlaku pada bagian Result lagi. Contoh:

If you do your homework, you may watch television. 

Hati-hati, arti dari may disini bukan mengacu pada kata “mungkin” akan tetapi sebuah izin (pembolehan) di masa mendatang.  Dan ini agak formal ketika kita menggunakan kata “may” pada kalimat seperti contoh diatas.

Contoh lain:
If you eat your vegetables, you can play in the garden.
If you feel ill, you should rest.

Inilah 5 Saran Untuk Kalian yang Sedang Belajar Bahasa Inggris

Inilah 5 Saran Untuk Kalian yang Sedang Belajar Bahasa Inggris – Hari ini saya akan membagikan saran tentang bagaimana meningkatkan bahasa Inggris. Ini sangat penting untuk diketahui agar semangat dalam mempelajari bahasa inggris tetap terjaga hingga kita menjadi penutur bahasa inggris yang hebat.
saran belajar bahasa inggris

1. Tulislah semua keuntungan dari mempelajari bahasa inggris

Bayangkan keuntungan apa yang akan terjadi jika kamu mampu berbahasa inggris dengan baik. Contohnya, kalian akan bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, kalian dapat melanjutkan studi keluar negeri seperti di Inggris atau Amerika, dapat berkeliling dunia atau menetap di luar negeri, bahkan kalian bisa memperluas jaringan pertemanan tak hanya orang Indonesia saja melainkan kamu dapat berteman dengan orang asing. Jadi itulah beberapa contoh keuntungan jika kamu mampu berbahasa Inggris, jika masih ada yang lain, kalian tuliskan di catatan Anda kemudian lihatlah setiap hari tulisan tersebut. Nah, ini yang paling penting, pastikan kalian juga menyertakan tulisan itu dengan gambar yang bisa kalian dapatkan melalui gambar yang ada di majalah, korang atau dari internet agar lebih memperkuat semangat Anda untuk belajar. Tempel tulisan dan gambar tersebut ditempat yang sering Anda lihat setiap hari seperti di dinding kamar, pintu, dll. Atau alangkah lebih bagusnya, kalian menscreenshoot gambar dan tulisan tersebut lalu kalian simpan di Handphone. Dengan melakuakn tips berikut akan membuat Anda semakin termotivasi setiap hari.

2. Jangan Pernah Malu!

Jika kamu malu berbicara dalam bahasa Inggris maka kamu menjadi takut untuk berbicara . Jika kamu tidak bicara, maka kamu tidak akan mengalami peningkatan. Inilah yang dikatakan oleh seorang guru bahasa Inggris dari Crown Academy English yang telah mengajar English selama 15 tahun. Malu berbicara adalah salah satu faktor kenapa banyak orang yang belajar bahasa inggris sulit mengalami peningkatan. Biasanya ini ditandai dengan kemampuan menulis english learners bagus akan tetapi ketika berbicara sangat buruk. Jadi kuncinya kita harus percaya diri. Hidup ini akan terasa lebih menyenangkan ketika kita berhenti memikirkan tetang apa yang orang lain fikirkan tentang diri kita. Tak perlu memperdulikan orang lain yang mencemooh kalian saat melakukan kesalahan ketika mencoba berbicara karena itu sama sekali tidak penting. Ketika di kelas kalian di tunjuk untuk berbicara oleh teacher, maka berbicaralah! Di kelas memang pasti ada yang lebih pintar dari Anda, teapi mereka tidak mengalami penigkatan sebab student terbaik dikelas adalah student yang percaya diri.

3. Menetapkan goal yang realistis dan memiliki rencana. 

Belajar bahasa inggri membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka jadilah realistik, kalian tidak akan bisa lancar berbahasa inggris hanya dalam sehari, seminggu, atau sebulan. Tetapi ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Pastikan kamu menetapkan rencana jangka panjang dan jangka pendek. Rencana jangka pendek contohnya: dalam sebulan kamu dapat menghafal 100 kosa kata bahasa inggris baru, meluangkan waktu belajar bahasa inggris selama 1 jam perhari, berbicara dengan penutur asli bahasa inggris sekali dalam seminggu. Jadi rencana jangka waktu ini berdasarkan pada proses, karena kalian tidak dapat mengetahui peningkatan yang terjadi. Nah kemudian adalagi yang dinamakan rencana jangka panjang. Jangka panjang ini mengacuh pada hasil yang didapat nanti. Contohnya: Tahun depan, kalian memiliki target untuk harus mendapatkan sertifikat IELTS, TOEFL, dan TOEIC atau berhasil pada ujian akhir sekolah/universitas.

4. Belajar Bahasa Inggris ibarat seperti orang yang sedang membangun dinding.

Setiap hari kalian harus menyusun 1 batu bata, hingga pada beberapa bulan kedepan kalian mampu membuat dinding yang kokoh. Sangat mustahil jika dalam sehari kalian mampu membangun dinding yang kokoh dan kuat. Sama halnya seperti belajar bahasa Inggris, kalian tak akan bisa menjadi lancar hanya dalam satu hari, pasti butuh berbulan-bulan hinggat tahun. Batu bata pada dinding yang kalian susun setiap hari adalah praktek dan belajar Bahasa Inggris yang kalian lakukan setiap hari. Tentunya semua ini dilandasi oleh kesabaran dan konsistensi. Ingat, lakukan hal tersebut setiap hari yakni belajar dan perbanyak praktek.

5. Menulis Jurnal atau Blog

Tulisalah beberapa kalimat dalam bahasa inggris pada tulisan Anda setiap hari. Apa yang ditulis pada jurnal atau blog tersebut? Yakni kalian bisa menulis apa saja yang terjadi selama hari ini, mengutarakan apa yang ada difikiran dan persaan kalian, dan menjelaskan rencana kalian besok atau dimasa depan. Apa yang kalian tulis penulisannya tidak harus sempurna. Tujuannya dengan menulis seperti ini, kalian akan terbiasa berfikir dalam bahasa inggris.
Ok, jadi itulah tadi 5 saran buat teman-teman yang sedang belajar Bahasa Inggris. Dengan mengikuti saran tersebut, mudah-mudahan apa yang teman-teman inginkan akan tercapai, yakni memiliki kemampuan bahasa Inggris yang hebat. Semoga bermanfaa!

Memahami Secara Singkat Penggunaan Have, Has, dan Had

Sering kali kita mendengar Penggunaan Have, Has, dan Had dalam bahasa Inggris. Ternyata sampai saat ini masih ada juga yang belum memahami penggunaannya. Padahal ini merupakan salah satu grammar paling dasar yang mungkin sudah kita pelajari semenjak di bangku sekolah dasar. Mungkin karena ada yang sudah lupa atau tidak pernah diajarkan sama sekali Penggunaan Have, Has, dan Had maka dari itu berikut ini penjelasan singkat Penggunaan Have, Has, dan Had.

Penggunaan Have, Has, dan Had

1. Have  digunakan untuk subjek I, You, They, dan We.


Contoh:

I have phone. (Saya punya Handphone)
You have phone (Kamu punya Handphone)
They have phone. (Mereka punya Handphone)
We have phone. (Kita punya Handphone)

Contoh Kalimat negatifnya (Subject+don’t+have)

I don’t have phone. (Saya tak punya Handphone)
You don’t have phone (Kamu tak punya Handphone)
They don’t have phone. (Mereka tak punya Handphone)
We don’t have phone. (Kita tak punya Handphone)

2. Has digunakan untuk subjek He, She, It.

Contoh:

He has phone. (Dia punya Handphone)
She has phone (Dia punya Handphone)
It has phone. (Dia punya Handphone)
Budi has phone. (Budi punya Handphone)

Contoh Kalimat negatifnya (Subject+doesn’t+have)

He doesn’t have phone. (Dia takpunya Handphone) => Laki-laki
She doesn’t have phone (Dia tak punya Handphone) => Perempuan
It doesn’t have phone. (Dia tak punya Handphone) => Hewan atau Benda
Budi doesn’t have phone. (Budi punya Handphone) = Nama orang

3. Had digunakan untuk semua subjek pada kejadian yang sudah lampau (Past Tense)

Contoh:

I had phone yesterday. (Saya punya Handphone kemarin)
You had phone yesterday (Kamu punya Handphone kemarin)
They had phone yesterday. (Mereka punya Handphone kemarin)
We had phone yesterday. (Kita punya Handphone kemarin)
He had phone yesterday. (Dia punya Handphone kemarin)
She had phone yesterday (Dia punya Handphone kemarin)
It had phone yesterday. (Dia punya Handphone kemarin)
Budi had phone yesterday. (Budi punya Handphone kemarin)

Contoh Kalimat negatifnya (Subject+didin’t+have)

I didin’t have phone yesterday. (Saya tak punya Handphone kemarin)
You didin’t have phone yesterday (Kamu tak punya Handphone kemarin)
They didin’t have phone yesterday. (Mereka tak punya Handphone kemarin)
We didin’t have phone yesterday. (Kita tak punya Handphone kemarin)
He didin’t have phone yesterday. (Dia tak punya Handphone kemarin)
She didin’t have phone yesterday (Dia tak punya Handphone kemarin)
It didin’t have phone yesterday. (Dia tak punya Handphone kemarin)
Budi didin’t have phone yesterday. (Budi tak punya Handphone kemarin)